Mencari Lawan Sebanding Eka Putra di Pilkada Tanah Datar 2024

Oleh : Rezki Aryendi, SH

Wartawan, Anak Nagari Tanjung Bonai

Tergelitik saya membaca opini dengan judul “Head to Head Eka Putra-Richi Aprian, Siapa Unggul? Atau Ganti Keduanya?” yang ditulis oleh Muhammad Intaniah SH, dan diterbitkan di website jurnalminang.id.

Pada tulisan tersebut, Intania membandingkan Eka Putra yang saat ini menjabat sebagai Bupati Tanah Datar dengan Richi Aprian yang merupakan Wakil Bupati Tanah Datar untuk “adu gerobak” di Pilkada Serentak yang akan dihelat 27 November 2024 yang akan datang.

Kalau Intania masih mempertanyakan siapa yang unggul, saya menilai Eka Putra sudah mengalahkan Richi Aprian dengan telak. Namun, saya tidak akan memuji Eka Putra. Richi Aprian bukan lawan sebanding bagi Eka Putra.

Saya coba mengulasnya dari sisi politik.

Selanjutnya, mungkin juga akan muncul ulasan dari sudut pandang lain.

Pertama, Eka Putra adalah politisi yang sudah masuk politisi level nasional dengan kedudukannya di DPP Partai Demokrat dan pergaulannya yang luas, serta insting politiknya yang kuat. Sedangkan Richi Aprian hanya ketua partai tingkat Kabupaten yang gagal membawa partai yang dipimpinnya meraih kursi pimpinan DPRD Tanah Datar, meski mengusung calon presiden yang menang di Tanah Datar dan Sumatera Barat.

Ini bisa kita lihat dari perolehan suara Partai Demokrat, dimana Eka Putra adalah kader partai tersebut. Untuk Pileg, Demokrat berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 25.798 suara, sementara Nasdem hanya 23.608 suara.

Nasdem Tanah Datar bahkan masih kalah oleh Gerindra yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres dengan perolehan 25.182 suara, atau oleh Golkar yang berhasil meraih 24.401 suara.

Artinya, bisa disimpulkan Richi Aprian gagal membawa Nasdem Tanah Datar mendapatkan “Anis Effect”, seperti Gerindra mendapatkan “Prabowo Effect” pada Pemilu 2019 yang lalu.

Kita bandingkan juga hubungan antara keduanya dengan Calon Presiden dukungan partai masing-masing. Richi Aprian gagal memanfaatkan kedatangan Calon Presiden Anis Baswedan ke Tanah Datar untuk mendongkrak suara Partai Nasdem maupun suara dia secara pribadi.

Alih-alih dapat momen, Richi Aprian malah sibuk playing victim seolah-olah Eka Putra melarang kampanye Anis di Istano Basa Pagaruyung. Alhasil, dia tidak mendapatkan konten keakraban dirinya dengan Anis Baswedan dan kampanye yang sepi untuk kelas kehadiran langsung calon presiden.

Ending-nya, setelah Anies Baswedan berlalu dari Batusangkar, Richi Aprian hanya meng-upload konten anak SD yang mengerubunginya.

Sedangkan Eka Putra dalam beberapa kali momen berhasil menunjukkan keakrabannya dengan Prabowo Subianto. Terbukti dari banyaknya konten-konten kebersamaan Eka Putra dengan Prabowo Subianto, termasuk lingkaran terdekatnya. Mulai dari kunjungan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan RI selama dua hari di Tanah Datar, Eka Putra benar-benar memanfaatkan momen tersebut.

Ketika Prabowo mengunjungi korban erupsi Gunung Marapi, Eka Putra menjadi satu-satunya kepala daerah yang diajak oleh Prabowo Subianto naik helicopter. Padahal, Eka Putra berasal dari partai yang berbeda dengan Prabowo Subianto.

Selanjutnya, kita bongkar hasil survey Pilkada yang dilakukan oleh lembaga Liberte Institute terkait Pilkada Tanah Datar. Pada rilis yang dilakukan pada Oktober 2023, Eka Putra menang telak dengan perolehan 70,9 persen, sementara Richi Aprian hanya memperoleh 10,6 persen.

Sebelumnya pada rilis Februari 2023, Eka Putra juga masih menempati posisi teratas dalam survey dengan capaian 68,9 persen diikuti Richi Aprian 8,7 persen, Anton Yondra 5,3 persen, Rony Mulyadi 2,3 persen dan Saidani 2,3 persen.

Eka Putra adalah putra asli Tanah Datar yang lahir dan besar di Tanah Datar. Kemudian, Eka Putra pergi merantau mencari rezeki, membuka jaringan, dan menuntut ilmu. Kemudian, Eka Putra pulang ke kampung halaman untuk mempraktikkan semua ilmu yang didapat dan memanfaatkan jaringan untuk membangun kampung halaman.

Sedangkan, Richi Aprian hanya seorang anak muda yang baru belajar berpolitik di Tanah Datar.

Jadi, salah besar kiranya membandingkan Eka Putra dengan Richi Aprian.

Dari ulasan di atas, sudah jelas bahwa mereka bukan lawan yang sebanding.

Lalu siapa lawan Eka Putra di Pilkada Tanah Datar 2024? Tunggu episode selanjutnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *